LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Pesisir Rajabasa berada di Kabupaten Lampung Selatan. Tepatnya, berada dibawah kaki Gunung Rajabasa.
Selain kekayaan alam seperti hutan, air dan tanah, sumber daya laut pun, masih menjadi primadona bagi masyarakat lokal untuk megantungkan hidup.
Melihat fenomena tersebut, maka tak ayal budi daya di sektor laut menjadi peluang bisnis yang cukup menggiurkan untuk dikembangkan.
Seperti langkah yang tengah diambil oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa ini misalnya.
Beberapa tahun belakangan, Pemdes Way Muli Timur sementara bereksperimen menggalakan pengembangan budidaya udang vaname mengunakan media kolam Bio Vlock.
Pembesaran udang vaname seperti ini mungkin terdengar belum begitu familiar di telinga masyarakat pembudidaya disana.
Namun, menurut pengakuan M. Nasir (40) (petugas pengelola_red), pada percobaan ditahun pertama, cara ini terbilang cukup produktif. Yakni, mampu menghasil nilai produksi hingga 60 persen.
” Alhamdulilah, hasil uji coba kemarin 8 kolam bio vlock diameter 3, menghasilkan 5 kwintal udang vaname,” ungkap M. Nasir kepada siarlamsel.com di stand desa waktu acara Rajabasa Fair 2024, Sabtu malam (13/7/2024).
Dia menuturkan, 3 kwintal udang vaname siap jual, telah disalurkan bagi warga tak mampu dan warga berpotensi stunting di desa.
Sementara kata dia lagi, 2 kwintal udang vaname sisanya digunakan untuk biaya produksi kembali. Dengan nilai jual perkilonya Rp. 70 ribu.
Nasir mengatakan, berdasarkan penilaian itu, tak pelak menyedot perhatian bukan hanya dikalangan dinas pemerintah daerah setempat saja, melainkan dari kalangan dinas luar daerah (Jambi_red).
Lebih lanjut rekan Nasir, Mit (32) menjelaskan, pada proses awal produksi, diakuinya menemui kendala.
Sebab, budidaya menggunakan media kolam bio vlock terbilang baru di Kecamatan Rajabasa.
Melalui pengalaman selama proses produksi, merupakan landasan evaluasi oleh Nasir dan rekan, guna mengenjot nilai produksi hingga optimal 100 persen di tahun ini.
Pihak Pemdes Way Muli Timur pun semakin optimis. Mengingat, hasil uji coba cukup menggembirakan. Bahkan, mampu menjanjikan salah satu sumber Pandapatan Asli Desa (PAdesa).
Dia sangat berharap kepada pemerintah, untuk bersedia mendukung upaya yang tengah dikerjakan.
Saat ini, ” kita telah menyediakan 12 kolam bio vlock dari sebelumnya hanya 8 kolam bio vlock,” kata Mit.
Ia berharap, masyarakat lainnya di kecamatan rajabasa tak perlu khawatir untuk mencoba mengikuti jejak yang sama.
Sehingga, harapan menjadikan Kecamatan Rajabasa berkesempatan menjadi salah satu wilayah eksportir udang vaname semakin terbuka lebar. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru