LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Dikegiatan sebelumnya, para relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan mendapat pembekalan penyusunan rencana kontijensi desa bidang 1, 2, 3 dan 4.
Meliputi diantaranya, analisis dan Kajian Resiko Bencana (KRB).
Berikutnya, Jumat (3/4/2024), para relawan Destana mendapat pembekalan penyusunan rencana kontijensi desa bidang 5, 6, 7 dan 8.
Yakni, penyusunan perencanaan bidang dan proyeksi kebutuhan bidang operasional tanggap darurat.

Tenaga Ahli Pengurangan Resiko Bencana (PRB) LSM Paluma Nusantara Lampung Selatan Sutari menjelaskan, melalui tahapann Forum Group Discution (FGD) tersebut, ada 4 bidang menjadi pokok pembahasan.
Pertama Sutari menyebutkan diantaranya, barak pengungsian, pelayanan kesehatan, bantuan non pangan dan dapur umum.
” Dari ke empat bidang itu, apa sih ?. Situasinya seperti apa ?, sasarannya apa ?. Terus, kegiatan yang akan dilaksanakan, saat terjadi bencana itu apa ?, dan kegiatannya apa saja ?,” sebutnya saat menerangkan kepada siarlamsel.com, waktu coffee break siang pukul 11 : 00 Wib.

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah penyusunan perencanaan dan proyeksi kebutuhan bidang selesai. Kembali para relawan dibekali bimtek menghitung perkiraan estimasi kebutuhan bidang.
” Contoh, bidang pelayanan kesehatan diantaranya, pengadaan obat obatan, kotak P3K, ada mitela, tandu dan lain sebagainya,” ungkap Sutari.
” Sementara, menyangkut barak pengungsian, yang utama adalah kita menyiapkan tenda atau tempat pengungsian. Mulai dari mempersiapkan mck. Kemudian, contoh kebutuhan lainnya seperti beras pangan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sutari mengatakan, melalui kegiatan tersebut, dia berharap para relawan Destana Desa Rajabasa bertambah wawasan dan pengetahuannya.
Selainnya, melalui kegiatan itu Sutari juga berharap, mampu mendorong peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana dan pengurangan resiko dampak bencana, supaya makin optimal, dengan memberdayakan sumber daya yang ada.
” Tahapan kegiatan berikutnya, akan dilanjutkan pengesahan dokumen rencana kontijensi desa. Akumulasinya, kegiatan tercatat dimulai pada Januari 2024 lalu. Mulai dari kegiatan analisis dan kajian resiko bencana (krb) dan lainnya,” pungkasnya. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru