LAMPUNG SELATAN (siarlamsel.com) – Puluhan masyarakat Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), mengikuti pembekalan Mitigasi Bencana, oleh LSM Paluma Nusantara, Cabang Lampung Selatan.
Kegiatan yang disponsori oleh Asian Disaster Prepareneed Center (ADPC) yang berpusat di Thailand tersebut, berlangsung di Balai Desa Rajabasa, pada Selasa (30/04/2024).
Tenaga Ahli program Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Paluma Nusantara Lamsel Sutari menjelaskan, Paluma Nusantara memiliki segudang program.
Utamanya kata dia, mengangkat tentang isu isu sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Berkaitan pada kegiatan Mitigasi Bencana, Sutari menyebut, Paluma Nusantara memiliki tujuan utama, yakni, Disaster Risk Reduction (Pengurangan Resiko Bencana ).
Meliputi, program kegiatan tata kelola managemen mulai dari sebelum – saat – setelah terjadinya bencana.
Disusul dengan menyusun dokumen Rencana kontijensi.
Kemudian dilanjutkan, Forum Group Discution(FGD).
Hingga tahapan selanjutnya yakni, menyusun tim bidang kegiatan, dan kebutuhan kegiatan, meliputi 12 bidang.
Lebih lanjut dia menerangkan, bencana bisa saja terjadi. Dan setiap orang tidak bisa menahan laju ataupun mencegah semisalnya bencana itu terjadi.
Meski demikian kata dia, andaipun bencana terjadi, masyarakat diharapkan mampu pulih dan bangkit kembali ( punya daya lenting).
” Kita juga menginisiasi warga masyarakat, bagaimana masyarakat jadi tangguh. Ketika terjadi bencana, masyarakat bisa bangkit kembali, melalui usaha mikro dan jenis kegiatan lainnya,” ungkapnya kepada siarlamsel.com.
Melalui program tersebut, dia berharap masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, memahami secara utuh. Dan sadar, tindakan dan upaya apa saja yang harus di perbuat, mulai dari sebelum bencana hingga ketika menghadapi bencana.

Jika menarik peristiwa kebelakang, pada tahun 2018 lalu, penduduk beberapa desa yang mendiami pemukiman di sepanjang pesisir pantai di Kecamatan Rajabasa, pernah mengalami peristiwa kelam.
Dimana, bangunan rumah hingga infrastruktur umum luluh lantak, dan banyak menelan korban jiwa.
Disebabkan dahsyatnya bencana tsunami yang terjadi kala itu, akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
” Dengan adanya program ini, masyarakat dibekali pengetahuan. Diharapkan, masyarakat mampu meminimalisir dampak bencana. Dan masyarakat juga diharapkan bisa mencegah terjadinya jatuhnya korban jiwa, ketika bencana terjadi, sembari menunggu datangnya bantuan,” imbuhnya.
Sutari mengatakan, ADPC Thailand datang ke indonesia mengusung program pertama masuk ke dua desa di Lampung Selatan, yakni, Desa Canti dan Rajabasa.
Menurutnya, dua desa tersebut dijadikan pilot projek. Mengingat kata dia, letak geografis desa berada di bawah kaki gunung Rajabasa dan berada di selat sunda. Notabane dekat dengan gugusan GAK. Sehingga, masuk kategori desa rawan bencana tsunami, longsor dan banjir.
” Kita juga nanti ada simulasi, pembekalan kepada masyarakat mengenai penanggulangan bencana, dengan melibatkan kurang lebih sekitar 80 orang masyarakat sekitar.” kata Sutari.
Sementara, mewakili Pj. Kepala Desa Rajabasa Agus Sahroni, SE, Sekdes Rajabasa Saipullah mengatakan, pihaknya mewakili masyarakat menyambut baik program yang diusung oleh ADPC melalui LSM Paluma Nusantara di Desa Rajabasa.
Dia mengatakan, banyak ilmu dan pengetahuan yang mampu di petik oleh masyarakat dengan adanya program tersebut.
” Kegiatan ini setidaknya membuka ruang pikiran kita, tentang antisipasi menghadapi bencana. Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah dan paluma nusantara, yang telah merekrut desa kami sebagai desa percontohan program mitigasi bencana,” pungkasnya (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru