LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Para pencari kerja lokal di Lampung Selatan kerap kali dihadapkan dengan kondisi sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan disebuah perusahan benefit yang beroperasi didaerahnya.
Persaingan kental, kurangnya pengalaman, hingga persoalan ketidaksesuaian keterampilan dengan industri, kerap menjadi aspek primer gagalnya mereka diterima disebuah perusahan yang diinginkan.
Alhasil, kran rekruetmen yang katanya dibuka luas oleh pihak perusahan bagi para pencari kerja lokal, tak mampu dimaksimalkan.
Hal itu dikemukan oleh Camat Sidomulyo Frans Sinatra Adung, saat kegiatan Sosialisasi dan Penyerahan Kartu Program Perlindungan Pekerja Rentan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Lampung Selatan, bersama Disnakertrans , pihak BPJS dan Kepala Desa Se-Kecamatan Sidomulyo pada Senin, (27/6/2026), di aula kecamatan setempat.
Menurut Frans, sementara keberadaan dan manfaat Event Job Fair yang digadang sebagai sarana pemecah kebuntuan di era sebelumnya, dinilai belum mampu optimal menyentuh serta menjawab pertanyaan paling fundamental atas persoalan tersebut.
” Kami berharap kepada pemerintah adanya sebuah skema atau formulatur, agar Event Job Fair bisa lebih efektif. Sehingga, kesempatan kerja yang dibuka oleh pihak perusahaan bisa maksimal menyerap pencari kerja warga lokal,” ujarnya.
Menanggapi hal yang tengah mengemuka tersebut, Kepala Disnakertrans Lampung Selatan Rikawati mengatakan, pemerintah daerah lampung selatan saat ini tengah berkomitmen menurunkan angka penganguran di bumi khagom mufakat.
Sebagai bentuk konkret yang tengah dimatangkan diantaranya, skema peningkatan peluang keberhasilan para pencari kerja lokal, agar terserap maksimal melalui kran rekruetmen pekerja yang dibuka oleh pihak perusahan.
” Persiapan menghadapai event job fair mendatang, kami sudah membuat google form kepada pihak perusahaan. Informasi ini kemudian akan kami kelola sebagai landasan bagi para pencari kerja untuk memadankan pekerjaan sesuai dengan kompetensinya,” katanya.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam hal ini, telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada seluruh perusahaan yang ada. Yang mana Isinya kira kira, pihak perusahan harus lebih mengedepankan kearifan lokal dalam rekruetmen pekerja.
Lebih lanjut dia menerangkan, selain itu, Pemerintah Daerah Lampung Selatan juga tengah bersinergi bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang milik Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Upaya tersebut merupakan salah satu bentuk manifestasi kinerja serta komitmen pemerintah daerah dalam rangka menekan angka penganguran di Lampung Selatan.
” BBPVP Serang, membuka peluang bagi pemerintah desa yang bersedia sebagai fasilitator, untuk mendapatkan program pelatihan keterampilan kerja yang anggarannya bersumber dari Kemenaker RI. Pihak desa sebatas menyediakan tempat dan peserta. Kami berharap peluang ini bisa dimaksimalkan,” pungkasnya. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Ditengah Efisiensi Anggaran : Desa Cinta Mulya Berupaya Optimal Rumuskan Arah Pembangunan
Ketua PWI Lamsel Edwin Apriandi : Kompetensi Merupakan amanah organisasi dan Kebutuhan Profesi Ditengah Tantangan Dunia Jurnalistik yang Terus Berkembang
6 Atlet PWI Lamsel Lolos Seleksi Berhak Ikuti Tranning Center : Pembekalan Kontingen Menuju Porwanas 2027