Media Siar Lampung Selatan

Berita Terkini Seputar Lampung Selatan

Tim TPKD Lamsel dan Paluma Monev Bersama : Program NGO SPRINT ADPC di Desa Rajabasa – Canti

LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) Kabupaten Lampung Selatan, melakukan pengamatan lapangan program pemberdayaan yang digerakkan Paluma Nusantara di Desa Rajabasa dan Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), Senin, (24/02/2025).

Manager Project Mitra Tangguh Paluma Nusantara Area Lampung Selatan Nanang Priyatna menyebut, kegiatan antara Paluma dan Pemerintah Daerah hari itu, merupakan langkah Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama.

Yakni, Program Strengthening Partnership for Community Resilience In Indonesia and Timor Leste (SPRINT), yang disponsori Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) Kantor Bangkok, Thailand.

” Bertujuan, untuk melihat sejauh mana hasil dan perkembangan program program kita (Paluma Nusantara_red) di desa binaan,” ungkapnya kepada siarlamsel.com Senin siang, di balai desa Rajabasa usai kegiatan.

Foto siarlamsel.com : TPKD Lamsel, meninjau rumah produksi sulam tapis binaan Paluma Nusantara, di Desa Rajabasa, Senin, (24/02).

Nanang bilang, Desa Rajabasa merupakan salah satu desa binaan. Pada kesempatan itu, TPKD Lamsel terdiri dari berbagai unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu, meninjau langsung program Paluma. Diantaranya, program pengelolaan bank sampah. Program pengembangan ekonomi rumah tangga, hingga program pemberdayaan warga berkebutuhan khusus.

” Dengan adanya Monev dari pemerintah daerah ini, kami dan masyarakat berharap, mendapat masukan masukan,” katanya.

Menurut Nanang, Prototype program program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di wilayah rentan, sejatinya merupakan sebuah bagian kebutuhan masyarakat dalam upaya mitigasi.

TPKD Lamsel, melihat hasil produksi budidaya lebah trigona warga binaan Paluma di Desa Rajabasa, Senin, (24/02).

Keberadaan program Desa Tangguh Bencana (Destana) misalnya. Nanang bilang, diharapkan mampu menjadi perhatian bersama, dalam membangun ketahanan menuju kemandirian desa.

Mengingat hal itu, langkah harmonisasi program kegiatan pemerintah daerah menjadi sangat penting. Agar, bagaimana program itu bisa diaplikasikan di desa desa lainnya di Lampung Selatan.

” Kami berharap mudah mudahan, inisiatif yang sudah muncul dari masyarakat ini, bisa disuport melalui kebijakan kebijakan yang ada di pemerintah daerah,” kata Nanang Priyatna.

TPKD Lamsel, meninjau hasil produksi sayuran organik, sekaligus melihat proses produksi pupuk cair organik (Lindi) di Desa Rajabasa, Senin, (24/02).

Sementara, menurut Salah seorang Perwakilan TPKD Lamsel Madrodi dari PMI Lamsel mengatakan, program dari lembaga Non Govermntal Organization (NGO) SPRINT ADPC kawasan Asia, di Desa Rajabasa itu, sangat baik.

” Program ini, tinggal pengembangannya saja,” katanya.

Disingung mengenai bagaimana langkah konkret dari pemerintah daerah menindaklanjuti program tersebut?

” Persoalan kebijakan mungkin BPBD yang membidangi. Kegiatan ini saya anggap cukup sukses, untuk pembelajaran masyarakat di Desa Rajabasa,” tukasnya. (Sfy)


Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.