Media Siar Lampung Selatan

Berita Terkini Seputar Lampung Selatan

Sembako Merangkak Naik, Produk Pangan Murah Ludes Terjual, Warga Ingin GPM Terus Dilaksanakan.

LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Ditengah fenomena meroketnya harga beras. Sejumlah kebutuhan pokok seperti, minyak goreng, gula, hingga bumbu dapur belakangan pun mengalami kenaikan harga.

Tentunya, hal tersebut bakal menambah beban bagi masyarakat yang mengalami himpitan ekonomi. Utamanya, masyarakat kalangan menengah kebawah.

Untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, mereka harus ekstra cermat membelanjakan uang.

Mencermati hal tersebut, terlebih saat ini mendekati Ramadhan yang sesuai kalender akan jatuh pada bulan Maret 2024 mendatang, tentunya pemerintah tidak tinggal diam.

Melalaui beberapa skema kerja, pemerintah hadir ditengah masyarakat. Diantaranya, melakukan intervensi harga kebutuhan pokok masyarakat dengan menggelar gerakan pangan murah dan sebagainya, hingga ke pelosok.

Di Kabupaten Lampung Selatan ini misalnya. Pemerintah Daerah setempat melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP), tengah konsen menggelar produk pangan murah dengan kualitas baik bagi masyarakat.

Mewakili Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan Eka Riantinawati, Kepala Bidang (Kabid) Ketersedian dan Stabilisasi Pangan Fuji Astuti mengatakan, sesuai tupoksi, gerakan pangan murah bertujuan untuk menjaga stabilisasi pangan dari segi pasokan maupun harga.

Sehingga, diharapkan mampu menekan lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat dibilangan pasar pasar konvensional hingga pasar modern yang ada.

Dia mengaku, sesuai acuan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan atas intruksi Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, produk pangan murah di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diusung oleh DKP harus diejawantahkan.

Tercatat, Fuji Astuti menyebut, gerakan pangan murah telah terlaksana di 17 kecamatan di Lampung Selatan. Itu, bersamaan moment Musrenbangcam belum lama ini.

Fuji Astuti menerangkan, pihaknya telah menginformasikan kepada stake holder di tingkat kecamatan.

” Bila masyarakat di kecamatan menginginkan kehadiran Gerakan Pasar Murah, silahkan berkomunikasi bersama DKP. Nanti kita akan bisa agendakan,” ujarnya, kepada siarlamsel.com waktu gelaran pangan murah di halaman Aula Rimau Bapeda, di momen Musrenbang RKPD Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025, Kamis (29/02/2024).

Disamping skema kerja itu, DKP Lamsel juga tengah menggodok skema program kerja kios pangan.

Adapun pihak pihak yang akan diajak kerjasama nanti antara lain, pihak Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa).

Upaya tersebut, guna menjangkau serta menjawab kebutuhan sembako murah masyarakat di desa desa di Lampung Selatan.

Disinggung ketersedian stock pangan di Lampung Selatan, Fuji Astuti mengatakan, melalui pantauan DKP perminggunya, baik di Bulog, tingkat distributor hingga toko sembako, stock pangan di Lampung Selatan terbilang memadai.

” Dari pantauan kami, stock pangan masih terbilang aman sih. Tapi dari sisi harga memang mengalami kenaikan. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Lamsel saja, melainkan hampir Nasional,” terangnya.

Kabid Ketersedian dan Stabilisasi Pangan DKP Lamsel itu mengatakan, Gerakan Pangan Murah itu, merupakan, ” salah satu alternatif bagi masyarakat. Contoh masyarakat yang tidak bisa membeli beras kualitas premium, beras SPHP harga dibawah HET adalah solusinya,” ungkapnya.

Dalam hal ini, pemerintah kabupaten lampung selatan mengandeng sejumlah dinas dan lembaga serta para pelaku usaha.

Masih dalam susana yang sama, uraian senada juga diungkapkan oleh salah seorang petugas penjualan dari forum Bulog Lampung Selatan Riyan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bulog Lamsel pada kesempatan tersebut, setidaknya menyediakan stock beras PSHP kemasan 5 kg mencapai 2 ton, gula 40 dus dan minyak goreng 50 krat.

Semenjak dibuka penjualan untuk umum pada pukul 08 : 00 – 10 : 00 pagi, stock ludes terjual diborong oleh kaum ibu ibu yang telah antri sedari pagi.

Riyan mengatakan, gerakan pangan murah tersebut, akan secara terjadwal digelar. Mengingat, seiring tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan pokok, seperti beras, gula dan minyak goreng pada awal ramadhan.

Sebelumnya, siarlamsel.com berhasil mewawancarai salah seorang pengunjung Gerakan Pangan Murah (GPM) DKP Lamsel yang kedapatan sedang membeli minyak gorang dan gula pasir.

Ya, Ibu Nur (63) namanya. Warga Kalianda ini menuturkan, harga minyak goreng di warung warung tempat tinggalnya perliter berkisar Rp. 17 ribu.

Semantara kata dia, harga minyak goreng di GPM perliter minyak goreng dibandrol dengan harga Rp. 14 ribu.

Kemudian, harga gula pasir 1 kg di warung Rp. 18 ribu. Di GPM hanya Rp. 17 ribu.

Ibu Nur Berharap, kegiatan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan itu, ” sebaiknya terus dilaksanakan. Karena, sangat membantu. Terutama, masyarakat kalangan menengah kebawah,” harap Ibu Nur dan diamini oleh Risa (30) pengunjung Gerakan Pangan Murah warga Kalianda lainnya. (Sfy)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.