Media Siar Lampung Selatan

Berita Terkini Seputar Lampung Selatan

Program Swasembada Rumah : Di Balik Budaya Gotong Royong, Terselip Asa Bagi Warga Tak Mampu Yang Membutuhkan

CANDIPURO ( siarlamsel.com ) – Melakoni kehidupan sebagai orang tua tunggal dengan tanggung jawab tiga orang anak, memang tidak mudah.

Terlebih, sebagai orang tua tunggal yang tidak memiliki pekerjaan tetap (serabutan*). Kondisi demikian sungguhlah teramat berat.

Seperti, single parent asal Desa Bangun Rejo, Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan ini misalnya. Ya, ibu Martini (43) namanya.

Semenjak ditinggal suami meninggal, ibu Martini terpaksa berhadapan dengan kerasnya cakar kehidupan. Dimana, setiap prosesnya, penuh peluh dan pengorbanan.

Itu, semua dijalani ibu Martini dengan penuh semangat, sabar dan ikhlas. Sebab, ia menyadari, semua peristiwa kehidupan merupakan bagian dari takdir yang maha kuasa.

Keseharian ibu Martini bekerja sebagai petani serabutan di lahan sawah milik tetangganya.

Mengenai upah? berapapun rezeki yang diperoleh dari setiap cucuran keringat dari hasil ia bekerja, selalu disyukuri dengan ikhlas.

“ Saya ibu rumah tangga. Pekerjaan buruh tani pendapatan gak menentu,” ujarnya, kepada siarlamsel.com, Rabu (6/12/2023).

 

 

Hingga kemudian, secercah asa akhirnya datang menghampiri ibu Martini dan keluarga.

Belum lama ini, Pemerintahan Desa (Pemdes) Way Gelam, bersama warga sekitar bergotong royong, membantu meringankan beban dan tanggungjawab ibu Martini.

Dimana, Pemdes Way Gelam, melalui Dana Desa (DD) tahun 2023 dari pemerintah pusat, menggulirkan bantuan kepada ibu Martini berupa uang tunai sebesar 10 juta rupiah.

Bantuan tersebut diperuntukan, guna merehab
kondisi rumah tidak layak huni, yang ditempati oleh Martini dan ketiga orang anak perempuannya.

Sementara warga lainnya, ada yang membantu menyumbang material juga tenaga.

“ Alhamdulilah, kami senang mendapatkan bantuan ini. Jadi bisa bikin rumah,” ucap ibu Martini.

Martini bercerita, kondisi tempat tinggalnya sebelum mendapatkan bantuan.

“ Agak susah sih kehidupan sehari hari. Ngurusin anak. Rumah aja kalau hujan bocor semua,” ujarnya.

Dengan berbagai kebaikan yang ia terima saat ini, baik dari pihak desa maupun masyarakat sekitar, ia berdoa.

“ Harapannya agar desa lancar. Pak lurah (Kades*) biar bisa teruslah ada dana bantuan kayak gini. Maju terus,” tuturnya dengan bersahaja.

Kepala Desa Way Gelam Setiawan mengatakan, Dana Desa merupakan bantuan dari pemerintah. Dana tersebut kata dia, merupakan sebuah amanah. Peruntukannya, guna membantu masyarakat.

“ Maksud dan tujuannya, tentunya kalau ada program bantuan dari pemerintah, dan itu suatu kewajiban, tentunya akan membantu masyarakat yang lemah,” ungkapnya kepada siarlamsel.com, di tengah ia mendampingi Kabid Pengembangan Ekonomi Masyarakat dan Pengelolaan Keuangan Desa DPMD Lamsel M. Iqbal Fuad beserta jajaran,
kala meninjau progres realisasi perbaikan RTLH milik ibu Martini.

Terlebih kata Setiawan lagi, “ apa lagi masyarakat tidak mampu yang belum punya rumah atau rumahnya tidak layak huni, tentunya supaya layak huni,” jelasnya.

Dia (Setiawan) mengucapkan terimakasih kepada pemerintah. Menurutnya, gelontoran dana desa program dari pemerintah pusat itu momen untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“ Semoga dana desa itu, sangat bermanfaat bagi masyarakat umumnya, khusus untuk warga saya Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro,” imbuhnya.

Mewakili Kadis PMD Lamsel Erdiyansyah, Kabid Pengembangan Ekonomi Masyarakat dan Pengelolaan Keuangan Desa DPMD Lamsel M. Iqbal Fuad menjelaskan, program bantuan bedah rumah tersebut, merupakan salah satu program prioritas. Itu, termaktub di Permendes PDTT.

“ Sumber pendanaanya dari APBDes dari dana desa. Kisarannya itu sebesar 10 juta rupiah,” terangnya.

Lebih lanjut M. Iqbal Fuad menjelaskan, secara logika bila mengandalkan bantuan APBDes saja memang cukup tidak masuk akal, untuk membangun sebuah rumah layak huni.

 

 

Sementara, mengandalkan bantuan pemerintah melalui APBD, dana yang ada tentunya masih sangat terbatas.

Namun, “ ini ada gotong royong juga dari masyarakat setempat. Ada yang bantu tenaga dan ada yang membelikan bahan material tambahan dan kebutuhan pembangunan lainnya,” jelasnya.

 

Dia berharap, “ dengan adanya program maupun dana yang dikucurkan oleh pemerintah pusat tidak lantas menghilangan budaya kita, budaya gotong royong,” harapnya.

Turut hadir meninjau realisasi APBDes Way Gelam tahun 2023, mewakili Camat Candipuro Achmad Solatan Nur Rohman, SE, Kasi Ekobang Candipuro Wantoni, SE, dan sejumlah jajaran DPMD Lamsel, serta pendamping lokal desa setempat. (Sfy)

 

 


Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.