LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) –Memasuki hari ketiga, Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP-LHK) Bogor, Jawa Barat, bekali para peserta, praktik pengolahan minyak jelantah menjadi produk sabun.
Tak pelak, materi praktik pengolahan limbah rumah tangga tersebut, mendapat tanggapan dan komentar beragam dari peserta.
Ada yang bilang, ” pelatihan praktik pengolahan minyak jelantah menjadi sabun ini, sangat membantu dan bermanfaat,” ujar salah seorang peserta pelatihan bank sampah asal Desa Banding Rosinah (39).

Sementara, tanggapan hampir senada juga diutarakan oleh Sekdes Rajabasa Saifullah Ismail yang turut serta dalam pelatihan.
Bang Ipul sapaan (Saifullah Ismail) mengatakan, metode pengolahan sampah semacam itu (mengolah minyak jelantah menjadi produk sabun_red), sangat tepat.
Sebab menurutnya, bila limbah rumah tangga (minyak jelantah_red) itu, jika tak terkelola secara tepat, maka bakal menimbulkan problem pencemaran lingkungan.

” Dengan adanya pelatihan ini, setidaknya bisa mengurangi limbah rumah tangga. Terutama minyak jelantah,” terangnya kepada siarlamsel.com waktu sesi coffe break, Kamis siang, (18/7/2024) di balai Desa Way Muli Timur.
Bahkan, kata dia, bila pelatihan pengolahan bank sampah itu mampu digeluti secara berkelanjutan, sehingga mampu dikembangkan, maka tidak menutup kemungkinan bakal membuka peluang usaha baru skala desa.
” Pelatihan kelompok kerja tadi menghasilkan tiga produk. Yaitu, permbersih lantai, sabun cuci tangan, dan terakhir sabun cuci piring,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, dia berharap ilmu dan pengetahuan yang diperoleh, mampu mengedukasi masyarakat di Desa. Secara khusus di Desa Rajabasa.
” Kedepan kita akan mengajak masyarakat untuk memberdayakan limbah (minyak jelantah), menjadi produk yang bisa digunakan kembali,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan pelatihan pengolahan bank smapah di balai Desa Way Muli Timur tersebut, Pemateri Widyasuara BP-LHK Bogor Jawa Barat, Kepala UPT Daerah Zona 3 Pengelolaan Sampah DLH Lamsel Muherwan Murod, Kepala Desa Way Muli Timur Jarsiman.
Dan, para peserta pelatihan pengolahan bank sampah dari lima desa yakni, perwakilan Desa Tengkujuh, Kecamatan Kalianda, Desa Banding, Rajabasa, Sukaraja, Way Muli Induk dan Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru