RAJABASA ( siarlamsel.com ) – Serap aspirasi masyarakat, Pemerintahan Desa (Pemdes) Batu Balak, Kecamatan, Rajabasa, Lampung Selatan, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdesa).
Berbagai masukan pembangunan, baik dari masyarakat, hingga pemaparan program kerja oleh Liding Sektoral (Linsek) mengemuka.

Hadir dalam kegiatan, Tim II Kecamatan Rajabasa terdiri dari, Sekcam Rajabasa Komarudin, Kasi Trantib Agus Sahroni.
Turut hadir mendampingi, perwakilan UPTD dari seluruh sub bidang, unsur TNI dan Polri, Pendamping Lokal Desa (PLD), Kepala Desa Batu Balak Rusdi Edward, BPD, LPM, para tokoh serta perwakilan masyarakat sekitar.
Dari deretan usulan pembangunan di forum tersebut akhirnya mengerucut menjadi skala prioritas.
Diantaranya, Program Pencegahan Stunting, Pengadaan Air Layak Konsumsi, menggali Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan potensi sektor wisata.
Itu diungkapkan oleh Sekdes Batu Balak Zamroni mewakili Kepala Desa Batu Balak Rusdi Edward, kepada siarlamsel.com usai kegiatan Senin (6/11/2023), di balai desa setempat.

Lebih lanjut Zamroni menerangkan, kemampuan desa diakuinya sangat terbatas, bila dihitung dari berbagai program kerja yang ada.
Kemudian, menyikapi musim kemarau panjang yang membawa dampak berkurangnya sumber debit air. Hal itu, dikatakan Zamroni berdampak terganggunya sendi aktivitas masyarakat.
Rencana pengadaan air layak konsumsi bagi masyarakat desa, dia mengakui bukanlah perkara mudah. Tentunya pengadaan sarana dan prasarana yang diperlukan butuh sokongan anggaran yang lumayan besar.
Mengingat hal tersebut, pihaknya mengatakan akan berupaya berkoordinasi bersama pihak Kecamatan hingga Kabupaten. Guna mendorong aspirasi masyarakat tersebut, mampu terealisasi.
“ Terlepas anggaran nanti mampu terdanai atau tidak. Kita akan berupaya maksimal, menggiring program ini melalui proposal ke dinas dinas terkait,” kata Zamroni.
Dia berharap, melalui program kerja skala prioritas yang telah ia sebutkan, mampu membawa manfaat dan dampak bagi peningkatan kesejahteraan dari segi ekonomi masyarakat desa.
“ Kalau sdm manusianya bisa berdaya saing, otomatis semua akan mengikuti. Baik dari dampak ekonomi dan finansial,” ujarnya.

Kepala UPTD PU Kecamatan Kalianda-Rajabasa Munadi dalam penyampaian sambutannya menyebut, ada beberapa program kerja berkaitan dengan isu nasional.
“ Yakni, kemiskinan ekstrim, ketahanan pangan dan hewani, percepatan penurunan stunting, serta sektor prioritas potensi desa,” ujarnya. Disamping Munadi juga menyampaikan program kerja PUPR, diantaranya, pembangunan dan peningkatan jalan, bronjong, talud, pengelolaan air minum, hingga normalisasi sungai.
Dia (Munadi_*) mengatakan, pihaknya menyerap aspirasi masyarakat. Dimana, menghadapi musim kemarau panjang, KPSPAM Desa Batu Balak tidak mampu beroperasi secara maksimal.
Itu lantaran beberapa penyebab. Pertama, sumber air baku yang ada terganggu, akibat semakin menipisnya stok air tanah. Sehingga, tersendatnya pasokan air melalui jaringan pengairan Saluran Rumah (SR).
Kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan pamsimas belum dilengkapi sarpras yang memadai.
“ Ketika dana desa tidak bisa mengakomodir. Mengatasi hal ini karena biaya besar. Silahkan usulkan di E-Planning kabupaten,” pintanya.

Munadi menjelaskan, ketersedian air layak konsumsi erat kaitannya dengan isu nasional. Sebab, air merupakan kebutuhan dasar. Ada beberapa solusi guna memenuhi kebutuhan akan air bersih di Desa Batu Balak. Ia menyebutkan, melalui pipanisasi, water maker dan lainnya.
“ Harapan kita, SPAM ini bisa dikelola dengan baik. Sehingga keberadaannya memang benar benar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan prinsip kuantitas, kualitas dan standar kesehatan,” pungkasnya. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru