Media Siar Lampung Selatan

Berita Terkini Seputar Lampung Selatan

Kesal !!, Tak Kunjung Ada Perbaikan, Warga Swadaya Benahi Drainase Mampet Aset Milik Provinsi

LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Tak kunjung adanya tindakan nyata, warga Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), putuskan bergotong royong benahi persoalan drainase mampet dan gorong gorong rusak, di jalan poros asset milik provinsi di desa mereka dengan cara swadaya.

Salah seorang warga Desa Canti A. Rifai (39) menilai, langkah normalisasi terpaksa diambil oleh warga, Pemerintah Desa (pemdes) dan pihak kecamatan. Dengan landasan demi mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.

Seperti dia bilang, akibat drainase mengalami sendimentasi. Kemudian, siring saluran pembuangan rusak (patah_red). Ketika hujan turun dan air laut sedang pasang, spontan air limbah hatchery yang berasal dari tambak sekitar tidak mampu teraliri dengan baik.

Berimbas, air limpas ke badan jalan. Resiko yang harus ditanggung oleh pengendara setiap hari melintas diantaranya, kendaraan berkarat. Bahkan, kerap memicu terjadinya kecelakaan tunggal.

Mengingat dia bilang, badan jalan rusak parah, dengan kondisi berlubang cukup dalam dan tergenang air, medan jalan menjadi licin, sangat berbahaya bagi pengendara motor. Terlebih ketika hujan,utamanya bagi pengendara yang tak awas saat melintas.

Dengan terealisasinya normaliasi drainase itu, dia (Rifai) mewakli warga mengucapkan terimakasih kepada pihak pemdes, kecamatan dan kabupaten yang telah turut membantu.

“ Kami selaku warga Desa Canti mengucapkan terimkasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kepada Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto, kami mengucapkan terimakasih atas terlaksananya normalisasi drainase ini,” ujar wakil ketua BPD Canti itu, kepada siarlamsel.com disela dirinya tengah beristirahat waktu gotong royong dilokasi.

Warga lainnya Mustofa (60), menyambut baik terwujudnya normalisasi drainase tersebut.

Mustofa bilang, upaya itu merupakan salah satu langkah, demi mencegah kerusakan jalan semakin melebar. Disebabkan, konstruksi badan jalan mengalami pengikisian, akibat limpasan air yang terus menerus menggenangi.

Dia menilai, selain persoalan itu sudah 10 tahun lamanya di keluhkan masyarakat, dan bila hal itu tidak segera ditangani, maka sangat beresiko akan timbul persolan baru yang bakal menggangu lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Seperti dia menyebut, “ air yang tersumbat di drainase menebar bau tak sedap dan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” bilang Mustofa dan diamini oleh Camat Rajabasa Mirliansyah, SE.

Lebih lanjut Mirliansyah bilang, pembenahan drainase di jalan milik provinsi itu, tidak sesederhana yang dibayangkan. Mengingat, tantangannya begitu kompleks.

Mulai dia menyebut, tanggul pemecah gelombang yang telah terbangun, menjadi salah satu pemicu terhambatnya aliran air dari drainase menuju laut.

“ Harapan kami kepada pemerintah provinsi khususnya PU dan pak Gubernur, bantulah kami dikecamatan ini. Karena, jalan ini keberadaannya sangat vital, sebagai sendi penggerak perekonomian masyarakat dengan jumlah penduduk terbilang sangat banyak,” harapnya.

Pantauan siarlamsel.com di lokasi, setidak I unit alat berat ( ekskavator_red) bantuan dari Pemerintah Daerah Lampung Selatan diturunkan.

Dan, dua unit armada dum Trcuk bantuan dari warga sekitar dikerahkan untuk membantu proses normalisasi drainase mampet tersebut. (Sfy)

 

 

 

 


Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.