LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Malang tak dapat di tolak, untung tak dapat di raih.
Hendak berkunjung ke kediaman nasabah, dua orang pegawai swasta (Koperasi_red) di Lampung Selatan terpaksa urungkan niatnya.
Lantaran, mereka mengalami kecelakaan ditengah perjalanan, terpental dari sepeda motornya.
Salah seorang korban Rz (21) warga asal Kalianda menuturkan, kecelakaan yang menimpanya terjadi, bermula dia dan rekannya Sl (24) warga Kalianda, sedang berkendara motor berboncengan dari arah Kalianda menuju ke Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Ketika melintasi jalan poros pesisir Rajabasa, tepatnya, di Desa Rajabasa, yang diketahui menikung tajam.
Medan jalan becek dan rusak berlubang cukup dalam. Akibat, tergenang limpasan air berasal dari hujan dan irigasi yang tak terawat mengalami pendakalan. Lantas, mereka berpapasan dengan sebuah mobil dari arah berlawanan.
” Jalan tikungan. Kita menghindari lubang. Ditanbah, ada mobil didepan. Jalan bisa dibilang senpit pak. Kita sama mobil pas ditikungan ngepres mau minggir juga. Akhirnya, kita kehilangan keseimbangan. Ban motor slip, kita terpeleset,” ungkap Rz kepada siarlamsel.com, ditengah dirinya berupaya menahan sakit dipundaknya. Sembari menghusap luka robek dibagian tunit kakinya sebelah kiri menggunakan kapas, disebuah warung yang taknm jauh dari lokasi kecelakaan.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa atas peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Sementara, Sl rekan korban, hannya mengalami luka ringan dibagian ibu jari kakinya sebelah kiri.

Sl bilang, peristiwa kecelakaan serupa juga pernah dialami oleh rekan satu profesinya di jalan poros itu.
Sl berharap, kepada pemerintah untuk kirannya, segara ada tindakam perbaikan di jalan poros yang diketahui aset milik Provinsi tersebut.
Mengingat Sl bilang, demi keselamatan dan keamanan pengguna jalan.
” Kecelakaan tunggal seperti ini juga sering terjadi, dialami oleh pengendara motor lainnya ketika melintas di jalan ini,” katanya.

Sebelumnya, ditempat yang berbeda dihari yang sama. Bak setali tiga uang, Camat Rajabasa Mirliansyah, SE, mengungkapkan, jalan poros pesisir Rajabasa yang rusak dibeberapa titik akibat limpahan air, diakui menjadi atensinya.
Bahkan dia bilang, persoalan itu, memang sudah lama menjadi keluhan masyarakat dan penghuna jalan.
Terus dia bilang, hal itu diakui kerap diangkat kepermukaan oleh rekan rekan LSM dan Perss.
Disamping itu dia menilai, jika persoalan itu dibiarkan berlarut larut tanpa ada penanganan serius dari pihak terkait, maka berpotensi besar, meluasnya kerusakam jalan.
Dia bilang, keberadaan jalan poros pesisir Rajabasa (aset provinsi_red) itu sejatinya, jalan wisata yang merupakan sumbu penggerak aktivitas roda perekonomian masyarakat sekitar.

Mengingat hal itu, demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, dimasa jabatannya yang terbilang belum gebap sebulan.
Atas dorongan kemanusiaan, Mirliansyah mengaku telah membangun komunikasi bersama PU dan para pelaku usaha Hatchery udang disana.
Dia akan mencoba maksimal. Guna membenahi persoalan tersebut, sesuai dengan tupoksi dan peraturan, serta ketentuan yang ada.
” Alhamdulilah kita sudah berkomunikasi dengan pengusaha hatchery. Hasilnya, mereka setuju untuk membantu kita dalam membenahi persoalan ini dengan segera. Kita juga sudah komunikasikan hal ini kepada pihak balai besar melalui UPTD PU di sini,” kata Mirliansyah kepada siarlamsel.com usai kegiatan monitoring Dana Desa (DD), yakni pembangunan jalan usaha tani di Desa Rajabasa, pada Rabu 8 Mei 2024, sekitar pukul 10 : 15 Wib. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru