Media Siar Lampung Selatan

Berita Terkini Seputar Lampung Selatan

Entaskan Resiko Stunting, Pemdes Canti Upayakan Sumber Protein Nabati di Satu Lahan

LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Pemerintahan Desa (Pemdes) Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan klaime, tengah gencar mempersiapkan sumber protein nabati bagi warganya beresiko stunting dalam satu lahan.

Menurut Jahidin (Kepala Desa Canti_red), upaya tersebut dinilai sangat efektif, efisien dan produktif, dalam rangka mendukung percepatan penurunan angka keluarga beresiko stunting di desa.

Adapun sumber protein nabati yang tengah diupayakan di lahan warga tersebut adalah, budidaya ikan air tawar jenis Patin.

Jahidin bercerita, Pemdes Canti sebelumnya pernah  mencoba membudidayakan ikan Nila. Namun, selama prosesnya tidak berjalan mulus.

Sebab dia beranggapan, biaya produksi budidaya ikan Nila tidak berbanding lurus dengan nilai produksi yang dihasilkan.
Belum lagi ditambah kata dia, kendala kendala yang dihadapi selama proses budididaya.

” Pengalaman budidaya ikan nila kemarin tidak produktif. Saat ini kami sedang uji coba budidaya ikan patin. sepertinya lebih menjanjikan. Warga saat ini sedang gotong royong pasang waring di lokasi lahan budidaya,” ungkapnya kepada siarlamsel.com usai kegiatan rembuk stunting tahun 2024 di balai desa setempat, Rabu siang (3/7/2024).

Lebih lanjut Kades Canti itu mengatakan, pengalam pahit selama budidaya ikan air tawar sebelumnya dijadikan pecut, untuk Pemdes Canti berbenah.

Pihaknya saat ini mengaku, telah mempersiapakan secara matang teknis budidaya. Bila sesuai rencana, 4 bulan kedepan kata dia, budidaya ikan patin sudah dapat di panen.

” Berapapun hasilnya nanti, akan kita salurkan kepada warga beresiko stunting di desa. Jika ada lebihnya kita juga berencana akan membagikan kepada warga jompo, dalam rangka pemenuhan gizi keluarga,” katanya.

Lahan sumber protein nabati bagi warga beresiko stunting di Desa Canti, dalam satu lokasi tidak hanya didapat dari budidaya ikan saja.

Melainkan Jahidin menerangkan, nanti akan diperoleh juga melalui budidaya tanaman buah Pepaya, Alpukat dan Kacang tanah.

Dimana Jahidin menjelaskan, media tanam yang dipergunakan dengan memanfatakan sisa lahan budidaya ikan yang tidak produktif.

” Pemdes Canti juga telah membagikan 2 buah bibit alpukat per Kepala keluarga (KK) di desa. Untuk ditanam dipekarang rumah atau di lahan masing masing,” Jelasnya.

Jahidin berharap, keberadaan program K3 yang digalakan oleh pemerintah tersebut, mampu menambah nilai.

” Kedepan, bila cuaca mendukung. Harapan kami, apa yang tengah kami upayakan ini, akan menjadi salah satu nilai tambah pendapatan bagi desa. Selain, untuk pemenuhan gizi bagi keluarga beresiko stunting,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan, Camat Rajabasa Mirliansyah, SE beserta Tim Percepatan Penurunan Angka Resiko Stunting (TPPS) Kecamatan dan Desa Canti, BPD, serta perwakilan masyarakat sekitar. (Sfy)


Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.