LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Sungguh malang nasib Al (46) dan keluarga. Betapa tidak ?
Menurut keterangan salah seorang kerabatnya Izar (55) yang tinggal tidak jauh dari rumah Al.
Al warga Desa Babulang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) itu, saat ini tengah terbaring tak berdaya menjalani serangkaian pengobatan di Rumah Sakit (RS), sudah enam hari lamanya.
Bak sudah jatuh tertimpa tangga. Pria paruh baya itu (Al_red), harus merelakan kehilangan rumah tinggalnya, akibat ludes terbakar si jago merah.

Ketua RT I, Desa Babulang Sopiansyah mengatakan, Jum’at, (11/10/2024) sekitar pukul 16 : 30 Wib peristiwa kebakaran itu terjadi. Kondisi rumah sedang dalam keadaana ditinggal penghuni.
” Pas saya keluar tadi saya lihat apinya sudah besar. Api berasal dari pojok kamar (rumah Al_red),” ungkapnya kepada siarlamsel.com.
Meski demikan, pihaknya belum bisa menarik kesimpulan muasal sumber api.
” Kita akan selidiki terlebih dahulu ini. Kita akan cari informasi, kenapa bisa terjadi kebakaran,” tuturnya, seraya ia mengatakan, akan melakukan koordinasi bersama pihak desa setempat, dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkrat) Lampung Selatan (Lamsel) yang telah berada dilokasi.
Di lokasi, nampak satu armada Damkrat disiagakan. Puluhan warga dibantu petugas berjibaku memadamkan api. Tak memerlukan waktu lama, api berhasil dipadamkan.
” Setengah lima sore kami menerima laporan via telepon dari pimpinan. Sekitar 10 menit kami tiba dilokasi. Rumah tidak bisa diselamatkan. Sebab, kondisi rumah geribik. Api dengan cepat membakar seluruh bagian rumah,” ujar Toto Petugas Damkrat Lamsel, mewakili Kabid Damkrat Lamsel Ruly Fikriansyah.

Lebih lanjut Toto mengatakan, pihaknya akan berupaya mendata peristiwa tersebut. Untuk kemudian, dilaporkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
” Kita akan berkoordinasi bersama Desa. Untuk berupaya secepatnya mengusulkan bantuan kepada Pemda melalui Damkrat Lamsel,” imbuhnya.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa. Namun akibat peristiwa tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Sementara, salah seorang warga setempat Yudi (45) menjelaskan, keseharian Al (korban kebakaran_red) berprofesi sebagai buruh tukang.
Kondisi ekonomi Al dan keluarga terbilang masih butuh perhatian pemerintah.
Menurut keterangan Yudi, status lahan tempat tinggal Al pun bukanlah milik pribadi, melainkan, numpang dilahan salah seorang warga sekitar. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Ditengah Ketidakpastian Global : Pengurangan Angka Pengangguran Menjadi Atensi Serius Program Kerja Bupati Radityo Egi Pratama
Ditengah Efisiensi Anggaran : Desa Cinta Mulya Berupaya Optimal Rumuskan Arah Pembangunan
Ketua PWI Lamsel Edwin Apriandi : Kompetensi Merupakan amanah organisasi dan Kebutuhan Profesi Ditengah Tantangan Dunia Jurnalistik yang Terus Berkembang