LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Meski ditengah keterbatasan, Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), mampu gores prestasi di kancah Provinsi.
Sekilas pandang, mungkin menurut sisi sebagian orang diluar sana memang biasa saja. Sebab, suguhan narasi ini bercerita tentang sebatas siswa rengkuh prestasi pemenang lomba juara III.
Namun, sesuatu akan nampak bernilai. Ketika kita mencoba menyingkap kristalisasi didalamnya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Rajabasa Yulia Sari Bahri, S.Pd, M.Pd, coba menuturkan awal awal sebelum memutuskan menyertakan siswa didiknya untuk mengikuti lomba.
Festival Potret Cerita Kurikulum Merdeka 2024 Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung.
” Awalnya kami sempat merasa kecil hati. Apakah siswa kami mampu bersaing dengan peserta berasal dari berbagai daerah di Lampung,” tuturnya kepada siarlamsel.com Kamis siang, (4/7/2024).

Mengingat kata dia, kompetitor dari berbagai lembaga pendidikan jenjang SMP berasal dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung itu, notabane telah dilengkapi sarana dan prasarana cukup mumpuni.
Ditambah, ketika dewan guru melihat cuplikan poto dan video karya siswa yang pernah ikut event yang sama sebelumnya, hasilnya begitu bagus dan keren.
Selain itu, ” siswa siswi dari daerah lain, terlihat siap. Mental, keterampilan, serta bakat mereka tampak terasah,” imbuhnya.
Perbandingan nampak kontras ” Ya,”. SMP Negeri 2 Rajabasa, bukan berada di tengah kota Kalianda. Disana tidak ada bangunan bangunan bertingkat, apa lagi gedung pencakar langit.
Menuju kesana, 30 menit perjalanan darat atau sekitar 15 km jarak tempuh dari Kota Kalianda. Sejauh mata memandang, kita di suguhan pesisir pantai yang berada tepat di kaki Gunung Rajabasa.
Suasana alami pedesaan terasa kental. Ditambah, sikap pemalu anak anak sebagai cerminan lingkungan pedesaan yang masih terjaga.
” Kita jangan minder.Walau kita dari kaki gunung. Kita juga bisa berprestasi yang sama dengan anak anak dari kota,” sebut, Yulia Sari Bahri, mencoba tanamkan motivasi ke siswa didiknya.

Cermat, telaten dan sabar. Begitulah cerita guru disana, saat mendampingi siswa melakukan berbagai persiapan sebelum mengikuti festival.
” Awal persiapan tentunya mental siswa. Karena anak anak kita ini belum terbiasa masih kaku didepan kamera. kemudian. kita beri penjelasan tujuan lomba dan targetnya apa, harus sesuai tema. Lalu kita diskusi sebelum pengambilan gambar,” kata Chandra Pratama Syaimar Waka Siswa SMP Negeri 2 Rajabasa menambahkan.
Sampai waktu perhelatan festival tiba, siswa peserta lomba berangkat ke provinsi, didampingi dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan.
Dengan mengangkat tema ” Memanfaatkan Sumber Alam di Kaki Gunung Rajabasa Dalam Proses Pembelajaran IPA “
Sim Salabim, bukan kamera atau piranti canggih. Melainkan berbekal Smart Phone android biasa saja.
Hasil jepretan kamera adinda Ferdani Fauzal Azim (13), siswa yang masih duduk dibangku kelas 8 IPA SMP Negeri 2 Rajabasa itu, masuk nominasi sebagai pemenang III Festival Potret Cerita Kurikulum Merdeka 2024 BPMP Provinsi Lampung.
” Kita sebenarnya tidak pernah menyangka. Bahwa, karya siswa kami bisa masuk nominasi. Bahkan, keluar sebagai juara III,” pungkasnya. Meskipun disisi lain Chandra Pratama Syaimar menyayangkan, kategori video cerita guru yang turut disertakan dalam lomba, belum masuk deretan nominasi. (Sfy) .
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru