KALIANDA ( siarlamsel.com ) – Geger !!, pagi pukul 08 : 00 Wib, Kaum emak emak geruduk lapangan olah raga di Dusun Sukaraja, Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Rabu ( 6/03/2024).
Apa sebab ?
Ternyata !!, itu berkenaan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan, tengah menggelar Gerakan Produk Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat di desa tersebut.
Upaya DKP Lampung Selatan (Lamsel) bersama stake holder terkait itu, bukan tanpa alasan.
Mengingat, tren harga beras kualitas baik dipasaran hingga kini masih belum menunjukan penurunan. Ditambah, sejumlah kebutuhan bumbu dapur pun turut mengalami kenaikan.
Berkaca dari kondisi demikian, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan tak ayal ekstra putar otak, menyusun strategi guna mengurangi beban masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala DKP Lamsel Eka Riantinawati kepada siarlamsel.com ditengah berlangsungnya kegiatan buka stand Gerakan Pangan Murah (GPM).
Lebih lanjut Eka Riantinawati menerangkan, pemerintah pusat sejatinya sudah berwacana akan menggelar GPM serentak se-Indonesia. Upaya itu, untuk menjaga stabilisasi pangan dari segi pasokan maupun harga.
Kendati Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dari pemerintah hingga saat ini belum terang benderang.
Namun, kata dia, pihaknya telah berkoordinasi bersama stake holder dan unsur terkait untuk segera merealisasikan GPM bagi masyarakat Lamsel. Dengan pertimbangan, mengingat kondisi masyarakat saat ini.
” Ini (gerakan pangan murah_red) tidak bisa ditunda lagi. Tujuan kita, kita ingin membantu masyarakat. Bagaimana, dengan lonjakan harga pangan ini tinggi, menghadapi bulan ramadahan tahun ini, masyarakat bisa terbantu,” terangnya.

Dia mengatakan, terlaksananya kegiatan itu, tak terlepas kontribusi dari berbagai pihak. Utamanya, Eka Riantinawati menyebut, Perum Bulog dan Dinas terkait di lingkup Kabupaten Lampung Selatan.
Kadis DKP Lamsel itu mengatakan, sebelumnya, di momen atau disetiap kesempatan di waktu tertentu, pihaknya mengaku, bersama stake holder terkait telah menggelar GPM di 17 kecamatan yang ada.
Mengawali GPM kali ini, DKP Lamsel bersama unsur terkait kata dia, kembali menggelar GPM hingga kepelosok. Titik pertama dimulai dari Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda.
” Kedepannya, rencanaya kita akan keliling hingga ke pulau pulau. Sebab, bukan daerah kepualan saja harga pangan sudah tinggi. Apalagi sampai kepulau. Kita nanti akan membantu masyarakat kita yang ada di wilayah kepulauan juga,” katanya.
Dia mengatakan, lonjakan harga sejumlah kebutuhan pangan masyarakat sudah terjadi bukan hanya sekala nasional, bahkan dunia. Faktor penyebabnya, Eka Riantinawati menyebut, dampak Elnino menyebabkan bergesernya musim tanam.
Ditambah, kata dia, cuaca dan curah hujan yang tinggi, menyebabkan banyak sawah di Lamsel terendam banjir. Notabane, Lamsel merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Lampung.
” Dengan adanya GPM ini, masyarakat harapannya masyarakat semua bisa terbantu. Dan bisa mengurangi beban masyarakat, dengan tingginya kenaikan harga pangan,” ujarnya.

Stock pangan di Lamsel masih aman, hanya dari segi harga saja belum stabil, ” maka dari itu, masyarakat juga kita imbau Don’t Panic Buying,” imbuh Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan DKP Lamsel Fuji Astuti.
Sementara, Pimpinan Cabang (Pimcab)Perum Bulog Lamel Nur Mulyati Sahroni mengatakan, pada kesempatan itu, pihaknya mengaku, tidak kurang dari 6 ton beras PSHP kualitas baik. Minyak makan 300 liter. Gula pasir 150 kg, telah dipersiapkan bagi masyarakat.
Ketika dimintai tanggapannya lebih lanjut oleh siarlamsel.com, terkait upaya menekan tingginya kenaikan harga pangan tersebut, Nur Mulyati Sahroni mengatakan, pihaknya senantiasa siap menyokong kegiatan positif pemerintah daerah.
Seperti, Operasi Pasar dari Disperindag dan GPM oleh DKP Kabupaten Lampung Selatan.
” Harapannya, melalui kegiatan ini, kita berharap masyarakat benar benar terbantu. Kerena, kita jemput bola. Sehingga, masyarakat tidak mengeluarkan ongkos lagi. Di GPM masyarakat memperoleh harga beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau,” kata Pimcab Perum Bulog Lamsel itu.

Siarlamsel.com mencoba mewawancarai salah seorang pengunjung GPM warga setempat, Hj. Ros (63). Dan menanyakan, mengapa banyak warga Desa Tajimalela berbondong bondong mengunjungi GPM di lapangan desa ?
” Ya benar, harga di GPM murah. Telur ayam harga dipasar Rp. 30-32 ribu perkilonya. Di GPM 1 kg telur ayam hanya Rp. 28 ribu. Minyak goreng harga lebih murah dari di pasar,” kata Hj. Ros.
Watga berharap kepada pemerintah, untuk dapat segera mensyabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.
” Kalo bisa harga pangan di GPM ini bisa diturunkan lagi,” kelakar Destriani (50) warga Desa Tajimalela lainnya turut menimpali.
Masih ditempat yang sama, mewakili Camat Kalianda Pirma Romayansyah, Muhammad Nur (Sekcam) mengatakan, selaku pemerintahan kecamatan setempat, pihaknya menyampaikan ucapan terimaksih kepada Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto.
Melalui kegiatan GPM, manfaatnya sangat membantu masyarakat kalianda, khususnya di Desa Tajimalela.
Mengingat kata Muhammad Nur, hampir satu bulan terakhir warga dihantui momok harga pangan dipasaran yang snagat membebani.
” Kami ucapkan terimakasih banyak,” pungkasnya. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru