LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Kepolisian Resort (Polres) Lampung Selatan (Lamsel), membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral (Sektor), pada Jum’at (08/03/2024).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14 : 00 Wib hingga selesai di Aula Gedung Wicaksana Laghawa (GWL) itu, dihadiri oleh unsur pemerintah dan swasta.
Dalam diskusi, terungkap berbagai segmentasi rekayasa lalu lintas dan keselamatan jalan, yang akan diterapkan sepanjang berlangsungnya pengamanan arus mudik – balik hari raya idul fitri 1445 h.
Tujuannya, guna melindungi serta memberikan rasa aman dan nyaman , baik bagi pemudik dan pengguna jalan selama melakukan perjalanan, melalui Oprasi Ketupat Krakatau 2024.

Kapolres Lamsel AKBP. Yusriandi Yusrin mengatakan, Lampung Selatan merupakan pintu gerbang pulau sumatera.
Sementara, pelabuhan penyeberangan Bakauheni merupakan salah satu objek vital nasional. Keberadaannya, menjadi perhatian khusus dari Presiden RI dan pemerintahan pusat.
Sehinga, ” kita harus benar benar mempersiapkannya dengan sebaik baiknya,” ungkapnya kepada awak media cetak dan elektronik di Bumi Khagom Mufakat, waktu sesi wawancara, usai kegiatan.
Lebih lanjut dia mengatakan, guna mengantisipasi periodik di pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Polda Lampung beserta Polres Lamsel dan jajaran, mengaktifkan Pospam Reast Area yang tersebar diberbagai titik vital.
” Kita sudah sampaikan ke pimpinan. Insyaallah, Pospam ini bisa mengcover, manakala terjadi penumpukan kendaraan yang ada di pelabuhan bakauheni,” kata Yusriandi Yusrin.
Disinggung mengenai upaya Polres Lamsel, guna mengantisipasi di titik rawan kecelakaan, utamanya di jalan curam ?
Perwira menengah di jajaran Polres Lamsel itu mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi bersama pemangku kepentingan terkait.

Dia mencontohkan, radius 200 – 400 meter, menjelang masuk Seaport Interdiction (SI), bakal dipasang rambu peringatan. Pengoptimalan jalur jalur penyelamatan akan di tambah cahaya penenrangan, termasuk memasang rotator.
Dia optimis, meski waktu persiapan terbilang sempit (hanya satu bulan_red). Dengan bersinergi bersama stake holder dan unsur terkait, Polres Lamsel dan jajaran percaya akan mampu bekerja secara optimal.
” Jauh hari sudah kita rapatkan. Insyaallah sebelum oprasi berjalan, semua sudah bisa terlaksana,” ujarnya.

Sementara, salah seorang perwakilan Organisasi Angkutan Darat (Organda) di Lamsel Ivan menerangkan, 16 armada Bus Antar Kota dan Provinsi (AKDP) di Dermaga Eksekutif telah dipersiapkan.
Sedangkan, untuk armada Bus reguler pihaknya mengaku tengah berupaya berkoordinasi. Mengingat kata dia, pengalaman di tahun sebelumnya, Organda ‘ Berkolaborasi ” ?
” Mudah mudahan lebaran tahun ini, membawa angin baik lah,” harapnya.
Ditanya mengenai maksud dan tujuan manifest manual ? Ivan mengatakan, itu berkaitan dengan Bus antar kota dan provinsi.
Dia menjelaskan, dalam pengaplikasian pola verify elektronik, pihaknya mengaku kesulitan. Lantaran, manifest input data pemesanan elektronik berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
” Input 3 – 4 saja susah. Apalagi jumlah penumpang 30 – 50 ya,” jelasnya.
Ivan mengatakan, pihaknya tengah berkomunikasi bersama pihak Jasaraharja. Dimana menurutnya, kendala tersebut ada solusinya. Yakni, menggunakan manifest manual.
Mengingat kata dia, keberadaan manifest penumpang sangat penting. Diantaranya, berfungsi untuk memberikan perlindungan bagi penumpang.
” Ini sudah sebagian dilakukan. Kita hanya mempertegas saja di rakor. Supaya, jangan ada salah persepsi,” pungkasnya. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru