Media Siar Lampung Selatan

Berita Terkini Seputar Lampung Selatan

Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Jadi Skema Strategis Wujudkan SDM Unggul

SIDOMULYO ( siarlamsel.com ) – Pra Musyawarah Desa (Musdes) Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDesa) 2024, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, bersama stakeholder dan unsur terkait di desa dan kecamatan, menggelar kegiatan Rembuk Stunting.

Dengan tema “ Melalui Konvergensi Pencegahan Stunting Kita Wujudkan Sumberdaya Daya Manusia Yang Unggul Menuju Indonesia Maju,” rembuk stunting yang berlangsung di balai desa setempat itu, dihadiri langsung oleh Camat Sidomulyo Erman Suheri, SE,Selasa (1/8/2023).

Turut hadir, Kepala Desa Sukamarga Siadiantori, A.Md, Pendamping Lokal Desa, BPD, aparatur desa, para tokoh, kader desa serta perwakilan masyarakat sekitar.

Tenaga Profesional Pendamping Lokal Desa Kecamatan Sidomulyo, Muhamad Marwan Supriyadi mengatakan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, akibat kekurangan gizi kronis.

Sementara, rembuk stunting di desa kata dia, merupakan sebuah bentuk sinergitas bagi pemangku kepentingan baik di tingkat desa hingga kecamatan.

Didalamnya, membahas, menganalisis serta mengevaluasi hasil pencapaian kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting, secara holistik, integratif, dan berkualitas.

“ Rembuk stunting ini adalah, hasil pendataan secara wilayah kewenangan desa, dari setiap kader kader kesehatan di desa, yang berpartisipatif dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting,” ungkapnya kepada siarlamsel.com, usai kegiatan.

Disamping yang telah ia sebutkan, menurut pria yang akrab disapa Mas Marwan itu, hasil rembuk stunting, akan dijadikan acuan bagi para pemangku kepentingan, untuk menyusun program kerja kedepan secara terintegrasi.

“ Rembuk stunting ini, merupakan musyawarah bagi pemerintah desa dan para kader kesehatan untuk menyampaikan usulan perencanaan tahun 2024. Sekaligus menyusun program kerja kedepan. Ini dilaksanakan pra musrenbang,” katanya.

Sehingga diharpkan, pencegahan dan percepatan angka stunting di setiap desa mampu berjalan optimal.

Hasil rembuk stunting desa sukamarga, ada Beberapa materi pokok telah mengerucut. Diantaranya Marwan menyebutkan, menyangkut 7 layanan dasar yang akan dilaksanakan pemdes sukamarga.

Yakni, “ KIA, Konseling Gizi, Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi, Perlindungan Sosial, Pendidikan Tentang Pengasuhan Anak melalui Paud, Pelayanan Bagi Remaja, Pendayagunaan Lahan Pekarangan Kandang, Kolam Kebun (K3), serta asupan makanan bergizi bagi balita dan anak,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut mengacu diantaranya pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 72 tahun 2021 tentang Strategi Nasional (Stranas) percepatan penurunan stunting di Indonesia. Permendesa PDTT No. 7 tahun 2021 tentang prioritas penggunaan dana desa (dd) tahun 2022.

Sementara, Camat Sidomulyo Erman Suheri, SE mengatakan, ia mengapresiasi langkah Pemdes Sukamarga tersebut. Sebab, dari 16 desa yang ada di wilayah kerjanya, Pemdes Sukamarga merupakan desa pertama yang telah melaksanakan rembug stunting.

“ Berawal dari Desa Sukamarga ini, kami berharap desa desa lainya segera mengikuti. Harapan kita semua, Lampung Selatan ini, di tahun 2024 zero stunting,” katanya.

Mengingat tujuan dan manfaatnya, Erman Suheri mengajak kepada seluruh lintas sektoral serta unsur terkait yang ada di wilayah kerjanya, mampu berpartisipasi dan bersinergi bahu membahu mensukseskan program tersebut.

“ Ini bukan hanya tugas kecamatan saja, melainkan tugas dan tanggungjawab kita semua,” ujarnya.

Menurut catatan yang diterima Kecamatan Sidomulyo, pernah pada tahun 2019 lalu, ada dua desa yakni, Sidowaluyo dan Banjarsuri masuk kategori desa Lokus stunting.

Seiring perkembangannya, melalui konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting oleh lintas sektor dan unsur terkait, saat ini wilayah Sidomulyo sudah tidak ada lagi desa lokus stunting.

“ Alhamdulilah saat ini, hasil sinergitas bersama lintas sektor, sementara, kecamatan sidomulyo tidak ada lagi kategori desa lokus stunting,” kata Erman Suheri.

Kepala Desa Sukamarga Siadiantori, A.Md mengucapkan terimakasih kepada semua unsur yang terlibat, atas sukses terselenggaranya kegiatan tersebut.

Lebih lanjut dia menerangkan, rembug stunting merupakan program pemerintah.

“ Hasil dari rembug stunting hari ini, akan kami tindaklanjuti. Kami akan koordinasikan bersama pendamping desa. Agar, pelaksanaanya sesuai dengan peraturan pemerintah. Doa kami, pada tahun 2024 mendatang Lampung Selatan zero stunting,” pungkasnya. (Sfy)

 


Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.