LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Paluma Nusantara menggelar loka karya pengembangan kapasitas Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), dalam upaya pencarian dan penyelamatan di wilayah laut.
Loka karya tersebut, merupakan bagian dari program Strengthening Partnership For Community Resilience in Indonesia and Timor Leste (SPRINT), Asian Disaster Preparedness Center (ADPC).
Kegiatan yang berlangsung di Villa Munca Indah Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Sabtu, (23/11/2024) itu, dihadiri oleh para peserta meliputi FPRB Desa Canti dan masyarakat sekitar.
Serta, turut melibatkan BPBD Kabupaten Lampung Selatan dan Basarnas Lampung sebagai pemateri.

Project Manager Mitra Tangguh Paluma Nusantara Nanang Priyana mengatakan, pelatihan penyelamatan korban bencana di wilayah laut, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peningkatan kesiap siagaan masyarakat didalam menghadapi bencana.
Mengingat letak geografis Desa Canti Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, merupakan garis pantai dan masuk zona rawan bencana, maka pelatihan tersebut sangat dibutuhkan.
” Kita sadar bahwa Desa Canti ini bagian wilayah yang rawan bencana. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan kesiap siagaan kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nanang Priyana mengatakan, pada prinsipnya, salah satu tugas dan kewenangan negara adalah melindungi segenap rakyatnya.
Seiring meningkatnya kesiap siagaan ditengah masyarakat melalui pelatihan tersebut, diharapkan mampu meminimalisir dampak bencana.
” Karena wilayah kita pesisir pantai, maka kita memilih pelatihan yang berkaitan dengan pencarian dan penyelamatan korban bencana di wilayah laut,” tandasnya.

Ragam pelatihan disimulasikan oleh pemateri. Diantaranya mulai dari, pencarian dan penyelamatan korban di laut menggunakan perahu karet. Evakuasi korban. Langkah langkah CPR, hingga tindakan yang harus dilakukan setelah korban siuman.
Mewakili Kalak BPBD Lamsel Ariswandi, Kabid Logistik dan Kedarutan BPBD Lamsel Nurma Suri meyambut baik pelatihan yang di inisiasi Paluma Nusantara.

Ia sangat berharap kegiatan tersebut tidak sekedar seremonial. Pihaknya meminta para peserta pelatihan bisa mengikuti kegiatan secara seksama.
” Sehingga, ilmu dan pengetahuan dari pelatihan yang diterima bisa sangat bermanfaat, dan mampu diaplikasikan secara optimal ditengah masyarakat,” pungkasnya, seraya hal itu turut diamini oleh A. Rifa’i, salah seorang perwakilan masyarakat sekitar. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru