LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Manager Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) Of Thailand Mr. Edwin Salonga, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pulau Sumatera Indonesia.
Dalam lawatannya tersebut, Mr. Edwin Salonga beserta rombongan meninjau langsung kegiatan Paluma Nusantara bersama masyarakat di Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, Rabu, (18/9/2024).
Disamping mengecek kelengkapan instrumen bantuan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang telah disalurkan. Diantaranya, Tandu, Tenda, Handy Talkie dan lainnya.

Non-Govermental Organization (NGO) yang bergerak dibidang sosial kemanusian tersebut, meninjau management pengelolaan sampah organik masyarakat disana, sekaligus mengapresiasi kegiatan.
Mengingat, pengelolaan sampah organik melalui pengembangan budi daya magot oleh masyarakat di Desa Rajabasa itu, diklaime mampu menghasilkan pakan alternatif bagi ikan maupun hewan unggas (Ayam dan Burung_red).

Staff Ahli Paluma Nusantara Sutari menerangkan, selain itu, turunan dari pengelolaan sampah menggunakan teknologi tepat guna itu, dinilai lebih efektif, produktif serta memiliki nilai ekonomi.
Sebab, teknologi metode ember tumpuk itu, mampu menghasilkan magot dan pupuk cair (Lindi).
” Seperti kita tahu, manfaatnya sudah barang tentu sangat berguna sebagai pupuk alternatif bagi tanaman dan sayuran organik. Teknis penerapan pun terbilang cukup mudah,” terangnya kepada siarlamsel.com, Rabu Siang.

Keberadaan teknolologi tepat guna itu juga digadang gadang tengah menjadi trend di kalangan masyarakat di Desa Canti dan Rajabasa.
Berdasarkan informasi yang berhasil diterima, dua desa di Kecamatan Rajabasa (Desa Canti – Rajabasa_red), telah difasilitasi 300 ember tumpuk.
” Selain itu, kami melengakapinya juga dengan 300 media tanam lokasi budi daya sayuran organik skala rumah tangga. Yang tengah dikelola secara komunal oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sabar Subur Desa Rajabasa dan KWT Canti Berjaya Desa Canti,” ujar Sutari.

Masih mengenai management pengelolaan sampah, sampah non-organik Sutari mengatakan, ADPC telah memfasilitasi berupa gantungan sampah bagi 200 Kepala Keluarga (KK).
Rencananya, mereka akan masuk kedalam pembentukan keanggotan Bank Sampah. Mereka akan mendapat sebuah kegiatan ekobrik bersama pemuda pemudi karang taruna di desa. Yang saat ini penggarapannya tengah dalam proses pembuatan desaign.
Pantauan siarlamsel.com di lokasi, kunjungan kerja kali ini, Mr. Edwin Salonga datang dengan didampingi Mis. Nirmala Divisi Bidang Penilaian dan Evaluasi, serta Mis. Vanesa Divisi Penanggungjawab Bidang Administrasi dan Keuangan.

Dilokasi tujuan, , Mr. Edwin Salongan beserta jajaran, mendapat sambutan hangat dari perwakilan pemerintah daerah (BPBD Lamsel_red), aparatur desa dan masyarakat setempat.
Dia (Mr. Edwin Salongan_red) mengapresiasai sejumlah pihak. Sebab, ia menilai program yang didanai ADPC yang diamanahkan melalui Paluma Nusantara bersama masyarakat di dua desa itu, berhasil dengan sangat baik.

Sementara, Pj. Kepala Desa Rajabasa Agus Sahroni, SE mengatakan, pihaknya dengan tangan terbuka menyambut baik program tersebut.
Dia juga berharap, program yang bermanfaat itu mampu dilanjutkan. Mengingat, melalui program pengelolaan sampah dan budi daya sayuran organik, banyak perubahan ke arah lebih baik yang dirasakan oleh masyarakt sekitar.
Lebih lanjut dia juga akan berkomitmen mendukung penuh program tersebut.
” Bencana boleh saja terjadi. Tetapi masyarakat harus cepat bangkit secara ekonomi (Lifelyhood), maka perlu digerakan UMKM melalui sumber pangan lokal di dua desa ini,” pungkasanya. (Sfy)
Eksplorasi konten lain dari Media Siar Lampung Selatan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Lainnya
Paluma Gelar Sosialisasi Early Warning System Berbasis Komunitas, Bencana Tsunami Selat Sunda
Paluma Nusantara Gelar Workshof Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami Selat Sunda
PWI Lamsel Solid Sambut Kepengurusan Baru